sehantar coretan tentang lembar-lembar terbitan

“Indonesia Menggugat” a la De Liefde

Sebuah buku Novel

De_Liefde-Memoar_Sekar_PrembajoenSekuel kedua novel De Winst ini berpusar pada kasus hukum seorang mantan pelacur. Rinnah, demikian nama mantan pelacur itu, menggugat agar Roesmini, putrinya yang terpisah dengannya selama belasan tahun, dikembalikan.

Konflik itu kemudian melibatkan karakter utama yang telah muncul sebelumnya dalam De Winst. Ada Sekar Prembajoen yang sedang menjalani masa pembuangan di Belanda, dan Everdine Kareen yang berkiprah sebagai advokat pembela pribumi di tanah jajahan, di Pulau Jawa. Selain itu, muncul karakter baru seperti Joedhistira, sersan mayor Koninklijke Marine yang memberontak; Sophie Reynierse, jurnalis The Women Tribune, putri semata wayang dari seorang anggota parlemen Belanda yang kaya raya; dan Garendi, seorang insinyur, pangeran keraton yang memilih bertahan dan bekerja meraih kesuksesan di negeri penjajah.

(more…)

Hikmah Bersaling di Dunia Daring

Facebook, Bango, dan Linux (Eko Budhi Suprasetiawan)Internetlah jendala dunia. Melalui internet, seseorang bebas membuka “jendela” peramban (browser), mengetikkan alamat tujuan; lantas tersuguhkanlah kepadanya bermacam panorama, tergelarlah pengetahuan yang barangkali belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Memang betul, era satu-arah itu sudah lama berlalu. Sekarang, siapapun di hadapan layar piranti masing-masing, sudah bukan lagi sekadar menjadi penikmat atau penonton pasif yang cuma diam bergeming. Justru sebaliknya, mereka (para pengguna internet) kini dapat serta-merta (tanpa susah-payah) menjadi pelukis panorama apa saja yang disuka, baik itu berupa kata, gambar, dan suara.

(more…)

Citarasa Puisi “Tahun Ini”

Sebuah buku Antologi Puisi

Puisi Indonesia Terbaik 2009Membaca puisi, mungkin belum sepopuler membaca novel. Saat coba membaca puisi, seringkali malah susah dimengerti, lantas kadang bikin mangkel dan sebel. Kalau menyadur ungkapan Ikranegara, seperti dikutip penyair Ook Nugroho dalam blognya, baca-tulis puisi memang “bukanlah urusan seringan angkat barbel”.  

Namun apakah tertutup peluang untuk masuk dan duduk di kafe puisi, lalu memesan menu pilihan yang sudah diseleksi oleh “koki” terkemuka, lantas mencicip barang sekecap dua kecap? Tentu tidak. Anggaplah saja, kafe puisi tak kenal waktu tutup dan buka. Maka kapanpun, siapapun, dapat bersama menjadi pelanggan setia, demi menyantap “sesuatu” yang diduga bisa menyedia keindahan, makna, atau syukur-syukur, keduanya.
(more…)

Belajar Dari Saudagar Ide Segar

Sebuah buku Kewirausahaan

Industri kreatif menjadi istilah yang kian menarik diperbincangkan. Hitung-hitungan pemerintah dan perguruan tinggi membuahkan prediksi optmistik bahwa sektor kreatif memang menjanjikan kontribusi besar bagi kesejahteraan bangsa di masa depan.

Di tengah luap harapan atas perkembangan industri kreatif itulah buku ini hadir seolah gayung bersambut, mewartakan kisah sukses salah satu penggelutnya, langsung dari tangan pertama. Lebih dari sekadar curhat, Arief Budiman, wong Rembang sang penggelut tersebut (penulis buku ini), bahkan berbagi isi dapur perusahaan yang dipimpinnya, Petakumpet. (more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com