sehantar coretan tentang lembar-lembar terbitan

Belajar Dari Saudagar Ide Segar

Sebuah buku Kewirausahaan

Industri kreatif menjadi istilah yang kian menarik diperbincangkan. Hitung-hitungan pemerintah dan perguruan tinggi membuahkan prediksi optmistik bahwa sektor kreatif memang menjanjikan kontribusi besar bagi kesejahteraan bangsa di masa depan.

Di tengah luap harapan atas perkembangan industri kreatif itulah buku ini hadir seolah gayung bersambut, mewartakan kisah sukses salah satu penggelutnya, langsung dari tangan pertama. Lebih dari sekadar curhat, Arief Budiman, wong Rembang sang penggelut tersebut (penulis buku ini), bahkan berbagi isi dapur perusahaan yang dipimpinnya, Petakumpet. (more…)

“Dihukum” di Rumah Kebahagiaan

Sekali-sekali berpikir positif, tidak akan pernah mengubah hidup. Yang harus dilakukan adalah mengulang-ulang pikiran positif tersebut sebanyak dan sesering mungkin. Pikiran adalah segalanya. Pikiran untuk kebahagiaan adalah kesadaran yang selayaknya berhasil ditemukan. Sebab bukankah semua orang ingin bahagia. Tapi keanehan kadang terjadi dan membuat banyak orang bertanya-tanya, mengapa susah sekali untuk hidup bahagia. Padahal selain kebahagiaan, apalagi yang dicari dalam hidup?

Begitulah kira-kira Arvan Pradiansyah (pakar dan praktisi SDM) memberi senyum pembuka dalam buku terbarunya The 7 Laws of Happiness yang terbit menyusul karyanya terdahulu seperti You Are A Leader!, Life is Beautiful, dan Cherish Every Moment. (more…)

Ada Cinta Tujuh Warna

Sebuah buku Novel, Sejarah

Ada masa manakala bumi nusantara sangat akrab dengan tikar, kuda, keris, pedang, panah, lumbung, gerobak, padepokan, kanuragan, kerajaan, dan istana. Ketulusan, kesahajaan, dan kearifan sudah pula menjiwai lembaran klasik pudak riwayat hidup masyarakat di masa itu.

Perjalanan demi perjalanan sering tercatat sebagai gelinding jarak dan waktu yang benar-benar jadi pembeda dan penentu. Babak demi babak perubahan kadang tersekat oleh galangan sejarah berpetak-petak. Tapi juga tak jarang malah berjalan bersijingkat-bersegera di lahan-lahan peristiwa yang begitu lega. (more…)

“Teror” Barbara Victor

Sebuah buku Sejarah

Perempuan melahirkan kehidupan. Tapi di bumi Palestina, kematian lebih lahir dalam hidup keseharian. Barbara protes. Ia terguncang melihat gelombang kesediaan kaum wanita untuk menjadi pembom “bunuh diri”. Ia mengutuk aksi pemungkinnya sebagai “aksi paling tak bermoral” (h. 392). Maka wawancara dan liputannya di Palestina, sepanjang Intifadah 1 & 2, berlanjut lebih dalam selama 2001-2003; terbongkah menjadi “batu”. Dilemparnya “batu” itu kepada para pemuka agama dan pemimpin negara. Melesetkah lemparannya? (more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com