Citarasa Puisi “Tahun Ini”
Membaca puisi, mungkin belum sepopuler membaca novel. Saat coba membaca puisi, seringkali malah susah dimengerti, lantas kadang bikin mangkel dan sebel. Kalau menyadur ungkapan Ikranegara, seperti dikutip penyair Ook Nugroho dalam blognya, baca-tulis puisi memang “bukanlah urusan seringan angkat barbel”.
Namun apakah tertutup peluang untuk masuk dan duduk di kafe puisi, lalu memesan menu pilihan yang sudah diseleksi oleh “koki” terkemuka, lantas mencicip barang sekecap dua kecap? Tentu tidak. Anggaplah saja, kafe puisi tak kenal waktu tutup dan buka. Maka kapanpun, siapapun, dapat bersama menjadi pelanggan setia, demi menyantap “sesuatu” yang diduga bisa menyedia keindahan, makna, atau syukur-syukur, keduanya.
(more…)
