sehantar coretan tentang lembar-lembar terbitan

Ada Cinta Tujuh Warna

Sebuah buku Novel, Sejarah

Ada masa manakala bumi nusantara sangat akrab dengan tikar, kuda, keris, pedang, panah, lumbung, gerobak, padepokan, kanuragan, kerajaan, dan istana. Ketulusan, kesahajaan, dan kearifan sudah pula menjiwai lembaran klasik pudak riwayat hidup masyarakat di masa itu.

Perjalanan demi perjalanan sering tercatat sebagai gelinding jarak dan waktu yang benar-benar jadi pembeda dan penentu. Babak demi babak perubahan kadang tersekat oleh galangan sejarah berpetak-petak. Tapi juga tak jarang malah berjalan bersijingkat-bersegera di lahan-lahan peristiwa yang begitu lega. (more…)

“Teror” Barbara Victor

Sebuah buku Sejarah

Perempuan melahirkan kehidupan. Tapi di bumi Palestina, kematian lebih lahir dalam hidup keseharian. Barbara protes. Ia terguncang melihat gelombang kesediaan kaum wanita untuk menjadi pembom “bunuh diri”. Ia mengutuk aksi pemungkinnya sebagai “aksi paling tak bermoral” (h. 392). Maka wawancara dan liputannya di Palestina, sepanjang Intifadah 1 & 2, berlanjut lebih dalam selama 2001-2003; terbongkah menjadi “batu”. Dilemparnya “batu” itu kepada para pemuka agama dan pemimpin negara. Melesetkah lemparannya? (more…)

Idealisme dan Romantisme dalam Sebuah Novel

Sebuah buku Novel, Sejarah
De Winst
SEMACAM apakah tatanan dunia tujuh puluh tahun yang akan datang, saat terjadi pergantian milenium? Apakah peradaban akan disetir oleh kalangan yang paling kuat secara ekonomi? Yang jelas, kehidupan saat ini hingga pada masa yang akan datang telah disketsa oleh para pemuja De Winst.

Renungan Sekar Pembayun itu dengan galau menutup 22 bab plus epilog novel sejarah karya Afifah Afra ini. Setahun sebelum cerita dipungkas oleh Sekar di pengasingan, kisah bermula dengan kedatangan Rangga Puruhita dari pendidikan sarjana ekonomi di Leiden, Belanda. 
(more…)

Menyaksikan Kelahiran UUD 1945

Sebuah buku Sejarah

.., bahwa UUD-1945 itu sungguh-sungguh suatu tjiptaan nasional, jang dipertjik oleh 62 orang putera dan puteri Indonesia.

Penggalan perkataan Bung Karno itu yang tertulis di sampul buku ini diambil dari Pidato Negara Sukarno pada Hari Nasional 17 Agustus tahun 1961. Buku ini diusahakan menjusun Undang-Undang Dasar 45 jang masih dalam kandungan, ketika dalam pembentukan bentuknja jang masih berwudjud gambaran, dan babarannja pada tanggal 18 Agustus 1945. Meski belum/kurang sempurna, tetapi tjukuplah sebagai antjer-antjer bagaimana Undang-Undang Dasar 1945 itu lahir (hal. Kata Pengantar).

Buku yang terdiri dari tiga bahagian ini secara umum memuat tulisan-tulisan Bung Karno pada masa pra-kemerdekaan, jalannya rapat-rapat BPUPKI dan PPKI, dan naskah UUD 45 itu sendiri. Bahagian I, dengan judul Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme (hal. 7-20) diambil dari artikel Pemuda Sukarno di Suluh Indonesia Muda (1926). Seperti tersirat dalam judulnya, Pemuda Sukarno memaparkan ide tentang pentingnya persatuan antara Nasionalis, Islamis, dan Marxis.  (more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com