Ada Cinta Tujuh Warna
Ada masa manakala bumi nusantara sangat akrab dengan tikar, kuda, keris, pedang, panah, lumbung, gerobak, padepokan, kanuragan, kerajaan, dan istana. Ketulusan, kesahajaan, dan kearifan sudah pula menjiwai lembaran klasik pudak riwayat hidup masyarakat di masa itu.
Perjalanan demi perjalanan sering tercatat sebagai gelinding jarak dan waktu yang benar-benar jadi pembeda dan penentu. Babak demi babak perubahan kadang tersekat oleh galangan sejarah berpetak-petak. Tapi juga tak jarang malah berjalan bersijingkat-bersegera di lahan-lahan peristiwa yang begitu lega. (more…)
